Kamis, 14 November 2013

DIBALIK SEBUAH RAHASIA

Namanya Shanindyan Aelke. Murid SMA Global Islam yang baru duduk di kelas 2 IPA3. Seorang model yang tingginya mencapai 170 cm, kulitnya putih bersih, dan dia mempunyai senyum yang indah dengan lesung pipi yang menghias wajahnya.
Si super star sekolah yang mempunyai segudang prestasi. Menurut teman-temannya wajahnya 11:12 dengan CR!! Sayap kiri Real Madrid. Dia adalah Praduto Aditya, teman satu kelas Shanin.
“Shanin.” panggil Duto dengan sedikit berteriak dari kejauhan. Dan saat itu Shanin sedang latihan modeling.
Berjalan menghampiri Duto. “Iya ada apa?”
“Deadline tugas kimia dua hari lagi, sedangkan kita belum mengerjakan.”
“Oh ya aku lupa. Setelah aku latihan ini kita kerjakan tugasnya di rumahku.”
Setelah beberapa lama, akhirnya Shanin mengakhiri latihan modelingny. Dari lantai tiga gedung serba guna, telihat dua anak menuruni tangga menuju parkiran mobil yang terletak di halaman belakang sekolah. Mereka terlihat terburu-buru.
* * *
Hari ini Shanin ada janji dengan Duto di sebuah restoran daerah Condet. Mereka akan mengerjakan tugas kelompok dari pak Wahid guru biologi. Akhir-akhir ini mereka sering jalan berdua di mall, restoran, atau tempat terbuka lainnya. Bukan untuk bersenang-senang, melainkan mengerjakan tugas-tugas kelompok yang segunung dari bapak ibu guru. Mereka memilih tempat-tempat itu agar tidak mudah jenuh.
“Jadi, apa kesimpulan dari makalah kita ini?” tanya Shanin kepada Duto yang sedang menyeruput orange jusnya. Tanpa berkata-kata Duto mengambil laptop Shanin yang duduk di sebelahnya. Dia dengan cekatan mengetik kesimpulan dari makalah tersebut. Duto memang anak yang cerdas, dari kelas 10 dia selalu menduduki peringkat satu. Begitu juga dengan Shanin namun, Shanin masih kalah saing dengan Duto.
Ketika Shanin akan mengambil tissue dihadapannya, tanpa disadari Duto juga ingin mengambil tissue. Tangan mereka saling bertemu di atas kotak tissue dan mereka saling bertatapan cukup lama. Mereka sadar dan segera menarik tangan masing-masing. Raut wajah Shanin berubah menjadi menghangat dia segera menundukkan kepalanya menahan rasa malu.
Rounded Rectangle: Dear diary,
Kamu…
Pesona apa yang kau berikan padaku.
Hingga aku tak sanggup untuk berpaling darimu.
Hingga aku tak sanggup mampu mengendalikan rasa ku.
Dan hingga aku terjatuh di lubang cintamu. 
 With Love
    Shanindyan
Malam harinya, Shanin masih memikirkan kejadian tadi sore. Jantungnya berdetak kencang, dan pasti raut wajahnya sudah memerah, karena malu. Dia membuka buku hariannya dan mulai menulis sesuatu.



Keesokan paginya, Duto bergegas menuju perpustakaan untuk mencari bahan untuk tugak kelompok bahasa Indonesia. Kali ini Duto pergi ke perpustakaan seorang diri, karena Shanin sedang latihan modeling. Shanin harus lebih intensif latihan, mengingat tanggal lomba sudah dekat.
Duto mulai mencari bahan tugas itu. Dia berjalan menelusuri rak buku dan memilih buku yang dia butuhkan. Matanya tertuju pada sebuah buku, kemudian dia meraih buku itu. Namun, ada tangan lain yang juga mengambil buku itu dari balik rak buku. Duto menundukkan kepala dan melihat tangan orang yang berada di balik rak buku. Ternyata dia adalah Shanin, Duto terkejut dan dia menjadi salah tingkah.
“Bukannya kamu masih ada latihan?” Duto mencoba menutupi tingkahnya yang aneh.
“Udah selesai kok. Kam ngapain disini?”
“Aku mau cari buku bahan KTI tugas kita.”
“Kok gak bilang?”
“Karna aku tau kamu ada latihan. Kamu ngapain?”
“Aku juga mau cari buku bahan KTI.”
Bunyi nyaring bel istirahat terdengar, beberapa murid kelas 2IPA3 pergi ke kantin dan sebagian menetap di kelas.
“Shan…” panggil Gadis teman sekelas Shanin, dari pintu kelas.
Shanin menoleh sumber suara tersebut. “Iya? Ada apa Gadis?”
“Ada yang cari kamu.”
“Siapa?” tanya Shanin.
“Kak Gemy, Shan.”
“Iya suruh nunggu sebentar.” kata Shanin kepada Gadis.
“Aku nyamperin kak Gemy dulu ya.” Shanin berkata kepada Duto.
“Iya.” jawab Duto yang masih focus dengan tugas KTI.
Perasaan cemburu tiba-tiba terbesit didalam benak Duto. Rasa ingin marah mulai mencuat, dia berusaha agar amarahnya tidak meledak. Dan dia sadar “Dirinya bukan siapa-siapa Shanin.”
Duto kembali mengetik tugas KTI. Tiba-tiba dating 4 sahabat penggosip. Mereka duduk di belakang bangku yang ditempati Duto. Mereka nggosipin siapa sih? Tanya Duto dalam hati. Dia mencoba menjadi pendengar yang baik. Setelah menerka-nerka, mereka gosipin cowok baru Shanin. Cowok baru Shanin? Apa benar Shanin sudah taken? Namun dengan siapa? Duto kembali mendengarkan percakapan mereka. Setelah cukup lama, Duto mengerti cowok yang mereka maksud. KAK GEMY! Apa Shanin mempunyai hubungan special dengan kak Gemy? Kali ini Duto benar-benar tidak dapat menahan rasa cemburunya. Cepat-cepat dia menutup laptopnya dan pergi meninggalkan kelas.
* * *
Satu minggu setelah kejadian itu, mereka jadi jarang kerja kelompok berdua. Setiap kali Shanin bicara dengannya, Duto selalu menghindar. Shanin bingung dengan berubahan sikap Duto.
Saat jam istirahat Shanin pergi ke kantin bersama sahabatnya, namanya Keynaya. Setelah memesan makanan mereka memilih tempat duduk diujung. Saat pesanan mereka datang, Shanin melihat Clara anak kelas 2IPA2 berjalan menuju tempat kosong disebelah Shanin.
“Shan, kamu tau dia siapa?” tanya Keynaya.
“Clara anak kelas 2IPA2. Kenapa?” jawab Shanin yang sedikit bingung.
“Masa kamu gak tau, dia kan pacarnya Duto.”
Shanin tersedak karena mendengar kabar yang mengejutkan itu.
“Emang Duto gak cerita kalau dia udah jadian sama Clara?” lanjut Keynaya.
Shanin hanya menggelengkan kepala. Dia masih shock mendengar kabar ini. Rasa cemburu, kecewa, menyesal menjadi satu. Rasanya dia ingin menangis keras namun dia masih bisa mengendalikan dirinya.
Rounded Rectangle: Dear diary,
   Tidak ada yang memberi tahuku bahwa jatuh cinta secara diam-diam itu akan begitu menyakitkan.
     With Love
Shanindyan
Hingga saat ini tak ada seorangpun yang mengetahui tentang perasaannya terhadap Duto. Dia hanya menuliskannya pada sebuah buku harian yang dihias. Menyerupai sebuah scrapbook. Disana penuh dengan  curhatan tentang dirinya. Dalam scrapbook Shanin juga terdapat foto-foto Duto.




Hari ini tepat dua bulan Duto dan Clara jadian namun, rasa sayang Shanin kepada Duto tidak berkurang sedikitpun. Dia sangat setia pada komitmen hatinya. Namun terdengar kabar burung hubungan Duto dengan Clara sedang diujung tanduk. Menurut pemburu gossip peyebab retaknya hubungan mereka karena orang ketiga. Shanin tidak mempercayai kebenaran hal itu karena ini hanya sebuah gossip belaka.
“Shan, jangan lupa nanti pulang sekolah ke rumahku. Kita harus menyelesaikan tugas bahasa Inggris hari ini juga.” bisik Duto membuyarkan lamunan Shanin.
Terdengar suara bel sekolah yang menandakan pelajaran hari ini telah usai. Shanin segera pergi ke rumah Duto. Saat dia hendak menelepon sebuah taxi, Duto lewat dihadapannya dan menawarkan Shanin tumpangan.
Setelah memakirkan mobilnya di garasi, Duto memasuki rumahnya dan mempersilahkan Shanin masuk. Mereka mengerjakan tugas tersebut di ruang belajar yang disediakan orang tua Duto untuk mengerjakan tugas kelompok.
Shanin pamitan untuk pulang karena tugas mereka telah terselesaikan. Dia harus naik taxi karna mobilnya masuk bengkel. Duto mencoba menawarkan diri untuk mengantarkannya namun Shanin menolak. Karena tergesa-gesa buku harian Shanin tertinggal di rumah Duto. Dia lupa membereskan buku hariannya dan akhirnya terbawa dengan tumpukan buku sekolahnya.
Rounded Rectangle: Dear diary,
Awalnya biasa
Sungguh ku tak menyangka, 
dirimu ternyata membuatku rindu
Kini aku tenggelam dalam jeratan cinta
With you Praduto Aditya
      With Love
Shanindyan
Tanpa sengaja Duto membuka buku harian Shanin. Dia tidak tau buku apa yang dipegangnya sekarang. Duto membuka halaman pertama yg berisikan biodata Shanin. Duto terkejut saat mendapati foto dirinya di buku itu. Yang lebih membuat Duto shock ketika dia membaca ungkapan perasaan Shanin.








Ternyata Shanin mempunyai rasa yang sama seperti dirinya. Duto sangat senang dengan kabar ini. Dia segera membereskan barang-barangnya dan menuju kamar. Duto mempunyai rencana yang istimewa untuk Shanin esok.
* * *
Hari ini dia sengaja datang lebih pagi dari biasanya. Dia akan memberikan kejutan untuk Shanin. Namun, hingga bel masuk berbunyi Shanin tidak hadir. Apa hari ini dia tidak masuk? Kenapa? Duto mencoba untuk menghubungi phonselnya tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya dia bertanya kepada Keynaya.
Menurut penjelasan Keynaya, Shanin tidak masuk karena dia memenuhi panggilan beasiswa luar negerinya. Dia akan terbang ke Amerika hari ini jam 15.00 WIB. Dan dia sudah ada di bandara satu jam sebelum take off. Masih ada waktu untuk menemui Shanin.
Saat bel pulang sekolah berbunyi Duto langsung berlari ke parkiran mobil. Dia melajukan mobilnya menuju bandara dengan kecepatan tinggi. Perasaannya begitu senang.
* * *
Sesampainya di bandara, Duto berlari menuju ruang tunggu keberangkatan. Matanya mencari sesosok wanita yang begitu dia sayangi. Dan akhirnya, Duto menemukan Shanin yang sedang asyik mendengarkan musik dari Ipodnya dengan hadphone terpasang dikepalanya. Dengan perasaan senang dan berdebar dia menghampiri Shanin.
“Shanin.” Duto menepuk pelan pundak Shanin, dia terkejut atas kedatangan Duto.
Shanin melepaskan hadphonenya. “Eh Duto. Ada apa kesini?”
“Tidak ada aku hanya ingin menemuimu. Kangen!” kata Duto.
“Gombal!” Mereka terdiam sejenak.
“Shan, apa kamu mencintaiku?” kata Duto lirih.
Muka Shanin berubah menjadi merah karena malu. “Engg….nggak kok.”
“Jujur Shan! Aku tau kamu mencintaiku.”
“Kamu tau dari mana?”
Duto mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. “Buku ini.”
Shanin begitu terkejut. “Kok bisa ada di kamu?”
“Kemarin tertinggal di rumahku. Tanpa sengaja aku membacanya. Jadi benar mengenai hal itu?”
Shanin menggerutu dalam hati karena begitu ceroboh dirinya dan kini Duto mengetahui perasaannya. Shanin terdiam beberapa saat, tiba-tiba Duto mengangkat kedua tangan Shanin dan menatapnya lekat-lekat.
“Shan, apa kamu mau jadi orang terakhir yang aku cintai dalam hidupku?” dia sangat terkejut dengan perkataan Duto dan menundukkan kepalanya.
“Shan, perlu kamu tau aku suka sama kamu sejak kelas 10. Aku selalu setia dengan perasaan ini namun, aku sempat putus asa saat kamu jadian sama kak Gemy. Hal itu yang membuat aku menghindar dari kamu dan memilih Clara. Tapi hubunganku tidak berlangsung lama karena hatiku tidak bias mengpungkiri rasa sayangku sama kamu”
Shanin sangat malu dan tertawa kecil. “Kak Gemy itu sahabat kakakku dari kecil jadi kami akrab banget sampai kayak orang pacaran.”
Duto senang mendengar kabar itu. “Kamu mau jadi cinta terakhirku?” tanya Duto sekali lagi.
Shanin menganggukkan kepalanya bertanda dia bersedia menjadi cinta terakhir Duto. Akhirnya mereka tersenyum bahagia dan saling berpelukan. Akan tetapi Shanin harus pergi ke Amrik untuk melanjutkan sekolahya. Setelah lulus SMA Duto berencana untuk kuliah di Amrik bersama Shanin. Walaupun harus menjalani hubungan jarak jauh, mereka akan tetap saling setia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar